Hasil Operasi Serangan Terowongan Brigade al-Qassam: 64 Israel Tewas, 91 Luka



PKSSumenep.org - Data yang dihimpun oleh Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas menunjukkan, operasi serangan melalui terowongan (tunnel) selama ini berhasil menewaskan 64 serdadu Israel dan melukai 91 orang lainnya serta menyandera minimal dua serdadu selama beberapa tahun terakhir.

Dalam laporan yang dirilis di situsnya, Brigade Al-Qassam menegaskan, terowongan bawah tanah yang digali oleh para pejuang Al-Qassam selama melawan Israel adalah lompatan kualitatis dalam memberikan pukulan kepada penjajah. Elit politik, badan inteliten dan militer Israel kebingungan menghadapi terowongan ini. Teori keamanan dan militer Israel pun terpukul telak. Mereka tidak berdaya. Mereka tidak tahu kapan, dimana dan bagaimana serangan menyakitkan ini terjadi di waktu mendatang?

Al-Qassam mengisyaratkan, meski berusaha menghalangi dan membatalkan efektifitas terowongan ini, Israel tetap gagal dan mengalami kerugian. Bagaimana Israel bisa melupakan operasi seperti Tarmed, Hardon, Aruhan? Bagaimana melupakan “operasi ilusi penghancur” yang pernah memalukan mereka? Terowongan bawah tanah yang dibangun Al-Qassam ibarat gerbang rahasia yang membuat Zionis kalangkabut dibuatnya.

Sejak Intifadhah Al-Aqsha hingga sekarang, terowongan Al-Qassam ini telah memukul pertahanan Israel, menewaskan dan melukai pasukan mereka disamping menyandera mereka.

Operasi Serangan Terowongan Terdahsyat



Sejumlah operasi serangan melalui terowongan bawah tanah yang digelar Al-Qassam sejak Intifadhah Al-Aqsha (tahun 2000) dan kerugian Israel:

1. Peledakan pos militer Tarmid, 26 September 2001; 5 serdadu Israel tewas dan lebih dari 30 lainnya luka-luka.

2. Peledakan pos militer Hardun, 13 Desember 2003; 2 serdadu Israel tewas, 10 luka.

3. Peledakan pos militer Mahfudhah, 27 Juni 2004; 7 Israel serdadu Israel tewas, 30 luka-luka.

4. Operasi serangan panah menembus, 7 Desember 2004, 1 serdadu tewas, 4 luka.

5. Operasi gunung berapi murka, 2 Desember 2004; menewaskan 5 serdadu dan lebih 23 luka.

6. Operasi siluman penghancur, 25 Juni 2006; menyandera serdadu Israel Shalit dan membunuh 2 serdadu lainnya serta melukai 6 serdadu.

7. Segitiga maut, 6 Januari 2009; 3 serdadu tewas, 5 luka.

8. Gerbang rahasia, 1 November 2013, melukai 6 serdadu.

9. Serangan Shafa, 17 Juli 2014, melukai 7 serdadu Israel.

10. Serangan pos militer Abu Muthabiq, 19 Juli 2014, 8 serdadu Israel tewas.

11. Operasi penyanderaan serdadu Shaul Aron, 20 Juli 2014, selain menyandera juga menewaskan 14 serdadu lainnya.

12. Operasi pos militer 16, pada 21 Juli 2014 menewaskan 7 serdadu Israel salah satunya komandan militer.

13. Operasi serangan Nahel Oz, 28 Juli 2014 menewaskan 10 serdadu.

*Sumber: infopalestina (Jumat, 29/1/2016)
Share on Google Plus