Robohnya KPK Kami



PKSSumenep.org - Usai tempo hari 'dihibur' dengan hiruk-pikuk pemboman si Sarinah, aktor polisi ganteng bersepatu Gucci seharga 8 juta, tukang sate yang asik ngipas, Sunakim yang nembakin orang dengan wajah cool, hestek #kamitidaktakut, dll, lalu kita lupa OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK atas anggota dewan DWP yang lagi-lagi dari PDIP. Saya sih menyebutnya sekedar iklan dengan bintang janda berbaju kotak-kotak nan cantik jelita meski udah 4 anaknya.... hehe ‪#‎MamaMintaAspal‬

Ajaibnya kemarin malam dipertontonkan 'teror' yang lebih berkelas, ketika Brimob bersenjata serbu merangsek bersama KPK ke gedung dewan. Berbekal surat sprint yang terkesan lucu-lucuan untuk menggeledah ruang kerja koruptor kotak-kotak dan kawan-kawan. KPK yang unyu-unyu itu menggeledah ruang Si Cantik DWP, lalu mampir ke legislator PKS dan Golkar.

Sempatkanlah melihat pict sprint (gbr atas) yang semoga bukan hoax ini, lalu tersenyum simpullah. Pun di diksi "DWP dan kawan-kawan". Sebuah cara bikin sprint yang jauh lebih buruk ketimbang mahasiswa saya semester 2.

Saya tidak hendak membincang bahwa 4 dari 5 komisioner KPK beragama ...., tapi lihatlah rekam jejak mereka. Lalu tersenyum simpullah lagi.

Lalu, tersimpullah, bahwa membawa pasukan tempur untuk menggeledah DPR yang jelas sipil tak bersenjata, bukan sekedar contempt of parliament tapi juga mengangkangi kewarasan tata cara bernegara. Apresiasi buat legislator PKS, Bang Fahri Hamzah dan Nasir Jamil yang berani mengusir mereka. (Maaf, lagi-lagi yang masih waras dari PKS).

Ah, saya tidak boleh lupa, bahwa tindakan konyol ini sungguh 'cerdas'. Ya, cerdas untuk mengirim pesan bahwa DPR yang konon sarang penipu, pencuri, koruptor dan begal berdasi harus digeruduk dengan cara adigang adigung adiguna dengan dikawal pasukan tempur bersenapan serbu.

Kalo sudah begini, menggenapi berbagai kebetulan, masihkah publik bisa berharap dari KPK? Ya, KPK yang dulu gagah perkasa, lalu dikebiri, dikriminalisasi.

Ah, saya jadi khawatir, kelak ia roboh lalu binasa. Sekedar menjadi alat bagi penguasa untuk menyerbu siapa saja yang tidak disuka. Ah, ‪#‎bukanurusansaya‬.

‪#‎SaveIndonesia‬

Oleh Achmad M. Akung

*sumber: fb
Share on Google Plus