Memilih Tempat Kembali yang Benar



Bismillah...

1. Manusia dalam hidup membutuhkan tempat kembali baik yang bersifat fisik maupun non fisik(maknawi).

Rumah adalah tempat kembali bagi kita untuk melindungi diri dan keluarga. Sekolah adalah tempat kembali untuk memenuhi kebutuhan ilmu. Masjid adalah tempat kembali untuk memenuhi kebutuhan Rohani dan lain sebagainya. Akan tetapi, tempat kembali yang hakiki adalah kembali kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT:

ولن تجد من دونه ملتحدا
"Dan engkau tidak akan mendapati selain Allah SWT, sebagai tempat kembali dan berlindung".
(Qs. Al-Kahfi: 27)

Menjadikan Allah SWT, sebagai tempat kembali dilakukan dan dibuktikan dengan:
A. Meng-imani Allah SWT, dan tidak mengkafiri-Ny (Qs. Al-Kahfi: 30&37)
B. Beribadah kepada Allah SWT & tidak menyekutukanNya (Qs. Al-Kahfi:110)
C. Memuji Allah SWT (Qs: Al-Kahfi: 1)
D. Berdo'a kepada Allah SWT (Qs. Al-Kahfi: 28)
E. Berlindung kepada Allah SWT.
F. Mengembalikan semua perkara kepada Allah SWT (Qs. Al-Kahfi: 23)

2. Ada tempat kembali Selain Allah SWT, yang disebut dengan tempat kembali yang Far'i.

Secara global di dunia ini ada dua jenis tempat kembali:

A. Tempat kembali yang baik

Rasulullah SAW (Qs. Al-Kahfi: 1)
Beliau adalah tempat kembali kita dalam hal tata cara ibadah kepada Allah SWT, cara hidup dan keteladanan dalam segala bidang kehidupan

Al-Quran Al-Karim (Qs. Al-Kahfi:1)
Al-Quran adalah tempat kembali kita yang dapat menjadi teman setia yang menghibur dengan kabar-kabar gembiranya untuk kehidupan yang sekrang dan yang akan datang dan memberi peringatan agar tidak tertipu, lupa dan tergelincir dalam menjalani kehidupan.

Orang-orang Mukmin yang Shalih (Qs. Al-Kahfi: 28)
Mereka adalah sahabat yang selalu bertemu dalam ketaatan, berjumpa dalam kecintaan, bersatu dalam memenuhi panggilan Allah SWT, untuk bersama-sama di jalan-Nya dan berkomitmen untuk membela Syariat-Nya.

Amal Shalih (Qs. Al-Kahfi: 2)
Ia adalah pilihan yang tidak ada duanya dalam perkataan dan perbuatan, dalam sikap dan tindakan. Sedangkan amal shalih itu tak pernah hilang dan mengucapkannya tanpa bekas melainkan terus terjaga dan tersimpan sehingga memenuhi antara langit dan bumi yang nantinya akan memenuhi timbangan kebaikannya kelak disisi Allah SWT (Qs. Al-Kahfi: 46)

Kesenangan dunia yang digunakan dalam kebaikan, berupa : Rumah(Gua) (Qs. Al-Kahfi: 16), Makanan & Minuman (Qs. Al-Kahfi: 62), Harta & Anak (Qs. Al-Kahfi: 46), Kendaraan(Perahu) (Qs. Al-Kahfi: 79), Kebun-kebun (Qs. Al-Kahfi: 32), Kekuasaan (Qs. Al-Kahfi: 84) dan lain sebagainya yang kesemuanya adalah sarana amal shalih dengan semangat agar segera mendapat ridha Allah SWT.


B. Tempat kembali yang jelek

Adapun tempat kembali yang jelek adalah yang memutus manusia dari Allah SWT, antara lain;

Hawa nafsu
dan pengikutnya dari orang-orang Kafir, Munafiqin serta orang-orang fasik yang akan menjadikan manusia jauh dari jalan Allah SWT, dan lalai dari kewajiban dan tugasnya sebagai hamba dan Khalifah.(QS. Al-Kahfi: 28)

Iblis dan keturunannya (Qs. Al-Kahfi: 50).
Orang yang menjadikan Syetan sebagai tempat kembali, sementara dia tahu bahwa Syetan adalah musuhnya maka sama saja dengan orang yang lari menyelamatkan dirinya ke kandang macan bahkan lebih berbahaya dari itu karena Syetan tidak hanya merusak fisik tapi yang lebih berharga dari fisik yaitu Ruh atau hati yang merupakan wadah keimanan. Kesenangan dunia yang digunakan dalam kemaksiatan. Orang yang menggunakan kenikmatan Allah SWT, untuk bermaksiat kepada-Nya akan menjadi malapetaka karena hal itu akan mendatangkan murka Allah SWT.

3. Sebagaimana di dunia, ada dua tempat kembali, di akhiratpun demikian.

Dua tempat kembali di akhirat yaitu : Syurga (Qs. Al-Kahfi: 30-31) dan Nereka (Qs. Al-Kahfi: 29). Syurga bagi mereka yang memilih Allah SWT, sebagai tempat kembalinya, sedangkan neraka bagi mereka yang dzalim, yang salah dalam memilih tempat kembali.

4. Rasulullah SAW, setiap menjelang tidurnya senantiasa membaca kalimat-kalimat yang berisi pernyataan bahwa Allah SWT, adalah tempat kembali yang sebenarnya. Dalam salah satu untaian doa beliau yang artinya sebagai berikut:

"Ya Allah, aku serahkan diriku kepadaMu, aku hadapkan wajahku padaMu, aku serahkan segala urusanku kepadaMu, tidak ada tempat kembali dan tempat berlindung kecuali kepadaMu. Dengan penuh rasa harap dan takut kepadaMu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang engkau utus".

=========\\
Rubrik ini merupakan intisari dari kajian ilmiah yang di sampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep). kajian ini di share sebagai upaya menambah khazanah keIlmuan bagi kita dan diharapan ikhwah sekalian dapat menelaah, menanggapi serta
mengkritisi isi kajian tersebut.

Info Kajian : 087866142908 (Ust. Eko Wahyudi)
Share on Google Plus