Peringatan Dibalik Semua Peristiwa Terdahulu



Bismillah...

Berangkat dari firman Allah SWT, dalam Qs. Ali Imran: 137-138







Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul) (137)

(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa (138)


1. Dua ayat diatas mengajak kita yang di zaman ini untuk melihat dengan hati dan berjalan dengan pikiran, dimana dengan keduanya kita bisa menjangkau apa yang tidak bisa dijangkau oleh kaki dan mata kepala.

2. Ada dua hal yang harus dilihat

Yang pertama adalah كيف bentuk adzab yang Allah SWT timpakan dan
Yang kedua adalah كان Proses kehancuran.

3. Tercemarnya kehidupan tauhid bermula pada zamannya Nabi Nuh AS

Dibuatnya patung-patung dari orang-orang shalih yang telah meninggal yang mereka abadikan sehingga patung-patung tersebut diagung-agungkan dan disembah oleh generasi yang datang kemudian. Maka Allah SWT mengutus Nabi Nuh AS untuk memurnikan tauhid, berdakwah dengan tabah dan sabar serta tak mengenal waktu. Tapi mereka menolak ajakan, bahkan mereka menentang dengan meminta didatangkan adzab. Maka akhirnya Allah SWT mendatangan banjir bandang yang menenggelamkan semua manusia dari Kaum Nabi Nuh AS, kecuali segelintir manusia yang mendapat rahmat Allah SWT.

4. Kaum 'Ad dan Tsamud adalah ummat Nabi Hud AS dan Nabi Shalih AS yang keduanya diberi kelebihan dalam fisik, mereka mampu memahat gunung untuk dijadikan istana yang mencakar langit.

Mereka hidup bergelimang kenikmatan tapi lupa bersyukur kepada Allah SWT.

Setelah datang utusan Allah SWT, Nabi Hud AS kepada mereka kaum 'Ad, seraya menyeru mereka kepada Allah SWT pemilik kekuasaan langit dan bumi, mengingatkan mereka akan hari akhirat, Nabi Hud AS didustakan, dihina padahal mereka mengetahui akan ke dudukan Nabi Hud AS diantara mereka. maka Allah SWT, membinasakan mereka dengan badai angin/pasir yang terus menerus menerjang mereka selama 8 hari dan 7 malam. Begitu juga dengan kaum Tsamud. Telah banyak Rasul yang didustakan dan di bunuh dari Rasul-rasul yang diutus sebelum Nabi Shalih AS sampai Allah SWT kemudian mengutus Nabi Shalih AS sebagai Nabi terakhir yang diutus kepada mereka. Terhadap Nabi Shalih AS, kaum Tsamud tetap tidak mau patuh, mereka tetap angkuh terutama para pembesarnya. Kemudian mereka meminta agar Nabi Shalih AS megeluarkan unta dari batu. Allah SWT meng-ijabah permintaan kaum Nabi Shalih AS tersebut. Unta yang dikeluarkan dari batu menjadi ujian kesabaran dan kenikmatan, karena unta itu akan mengambil jatah minum mereka dalam sehari, disamping akan mendatangkan keberkahan berupa susu yang dikeluarkan sebanyak yang diminumnya. Kaum Tsamud tidak sabar dan tidak bersyukur, justru mereka membunuh unta yang merupakan Mukjizat dari Allah SWT. Maka Allah SWT membinasakan mereka dengan suara yang amat keras dan mengguntur sehingga merusak Pendengaran, memutuskan hati, menggetarkan tubuh mereka sehingga mereka tersungkur mati.

5. Berbeda lagi dengan kaumnya Nabi Luth As, kaum yang satu ini telah melakukan perbuatan keji, yang belum pernah ada sebelumnya.

Mereka melakukan Homo Seksual. Nabi Luth AS mengajak mereka untuk menggunakan akal sehat, karena orang yang mempertahankan perbuatan yang kotor dan keji dimana binatang saja tidak mau, benar-benar menunjukkan ketidak warasan. Tapi justru mereka mengancam akan mengusir Nabi Luth AS yang tidak mendukung perbuatan mereka dan dianggap sok suci. Maka Allah SWT binasakan mereka dengan suara keras yang mengguntur, menjungkir balikkan negeri mereka, lalu menghujani mereka dengan batu-batu yang panas.

6. Setelah itu datang kaum Nabi Syu'aib AS yang disebut dengan Ashhabu Madyan, mereka adalah kaum yang suka makan harta dengan cara yang bathil dengan mengurangi timbangan, manipu dan mendzalimi hak orang lain. Setelah mereka diberi peringatan oleh Nabi Syu'aib AS, ternyata tetap saja mereka tidak mau berubah, tidak mau mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Syu'aib AS, bahkan mereka mengancam akan membunuhnya. Maka Allah SWT menurunkan berbagai macam adzab.

Yang pertama, cuaca yang sangat panas, lalu datang awan dengan memberi harapan akan turunnya hujan, maka berkumpullah mereka dibawah awan, namun yang turun adalah gugusan-gugusan api yang membakar tubuh mereka. Akhirnya mereka lari menyelamatkan diri masuk ke rumah-rumah mereka. Seketika mereka diguncang dengan gempa yang dahsyat dan sebagai pamungkas, datang suara yang amat keras mematikan mereka.

7. Di zaman sekarang ini semua sebab kehancuran telah terjadi dari penyimpangan Aqidah, pelecehan seksual, kehidupan hedonis dan monopoli kekayaan, merebaknya kehidupan serta riba dan lain sebagainya. Maka kita patut merasa khawatir bilamana Allah SWT nantinya menurunkan adzab yang beragam pula.

Mengapa adzab yang diturunkan kepada ummat yang datang belakangan lebih dahsyat? Hal itu karena mereka tidak mau mengambil pelajaran dan peringatan dari apa yang sudah terjadi sebelumnya.

8. Ada dua yang harus dilakukan sebagai jalan keselamatan.

Yang pertama, kembali kepada Allah SWT (beristighfar dan bertaubat) (Qs. Al-Anfaal: 33)
Yang kedua adalah melakukan dakwah perbaikan yang tidak bersifat tambal sulam melainkan dengan sistematis, menyeluruh dan mendasar, yaitu dakwah tauhid sebagaimana yang dilakukan para Nabi (Qs. Hud: 117)

=========\\
Rubrik ini merupakan intisari dari kajian ilmiah yang di sampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep). kajian ini di share sebagai upaya menambah khazanah keIlmuan bagi kita dan diharapan ikhwah sekalian dapat menelaah, menanggapi serta
mengkritisi isi kajian tersebut.

Info Kajian : 087866142908 (Ust. Eko Wahyudi)
Share on Google Plus