Perlawanan Berdarah



Bismillah...

  1. Misi membangun masyarakat baru yang ideal tentu akan menghadapi rintangan terutama dari orang Kafir Quraish yang semakin hari, mereka semakin geram melihat perkembangan dari gerakan yang dilakukan oleh Nabi SAW.
  2. Hal yang menambah rasa geram mereka, ketika langkah hijrah Rasulullah SAW, disambut oleh pengikutnya. Sungguh ini menjadi pukulan berat bagi mereka orang Kafir Quraish. Karena hal ini diluar perkiraan mereka. Mereka memperkirakan bahwa yang akan pergi itu hanya Rasulullah SAW.
  3. Melihat keadaan itu, orang-orang Quraish tidak tinggal diam, melainkan mereka terus mengusik ketenangan kaum Muslimin.
  4. Orang Quraish mengancam penduduk madinah karena telah melindungi kaum Muhajirin.
  5. Mereka juga memprofokasi orang Musyrik dari penduduk Madinah beserta orang-orang Yahudi.
  6. Gejala yang akan mengancam ketenangan kaum Muslimin dari kaum Anshar dan Muhajirin membuat Nabi tidak bisa tidur.
  7. Pada saat itulah kemudian turun izin untuk berperang dengan tujuan untuk mengenyahkan kebathilan dan agar kaum Muslimin dapat menegakkan syiar-syiar yang mulia dari Shalat, Zakat dan Amar ma'ruf serta Nahi mungkar.
  8. Setelah adanya ijin berperang maka Nabi SAW, melakukan penghadangan terhadap rombongan dagang orang Kafir Quraish dari Mekkah ke Syam dengan mengutus satuan-satuan pasukan(saraya), disamping Nabi SAW, melakukan banyak perjanjian untuk tidak saling menyerang dengan pimpinan suku yang berdekatan dengan jalur perjalanan rombongan dagang yang hendak dihadang.
  9. Ada sekian banyak satuan-satuan utusan pasukan yang diutus oleh Nabi SAW, kurang lebih ada 8 kali dalam waktu yang berbeda satu dengan yang lain sampai akhirnya meletus perang Badar Kubra.
  10. Dengan demikian diharapkan mereka tidak lagi berbuat semena-mena terhadap kaum Muslimin. Dan agar mereka tau bahwa Kaum muslimin memilki sebuah kekuatan yg tidak bisa diremehkan

Beberapa pelajaran penting dari catatan sejarah diatas.
Diantaranya:

A. Rasulullah SAW, berhasil merebut hati ummatnya.

Hal itu pertama dibuktikan dengan adanya respon sahabat-sahabat yang mengikuti langkah beliau dalam berhijrah dan yang kedua sambutan orang-orang Anshar saat beliau tiba di Madinah yang sama sekali tidak ada rekayasa, namun benar-bebar terpanggil dari hati mereka.
Inilah yang harus dilakukan dan diraih oleh pemimpin sebelum menguasai teritori kekuasaanya.

B. Tabiat jalan dakwah akan dihadapkan dengan tantangan dan rintangan

Merupakan sebuah tabiat jalan dakwah akan dihadapkan dengan tantangan dan rintangan baik dari dalam dan utamanya dari luar. Namun seorang pemimpin harus peka membaca segala kemungkinan yang sewaktu-waktu dapat terjadi dari yang kecil sampai yang besar terlebih yang dapat mengancam keselamatan.

C. Sebagai prajurit tidak mudah terprovokasi dengan tindakan lawan

Apalagi melakukan tindakan yang merugikan dan konyol. Sungguh para sahabat sudah lama menunggu izin untuk melawan akan tetapi selama belum ada izin dari Allah SWT, maka mereka pun memilih untuk menahan diri, hingga tiba saatnya mereka diperbolehkan untuk berperang.
(QS. Al-Hajj: 39)

D. Tidak gegabah dalam menentukan sebuah pilihan

Rasulullah SAW, sebagai pemimpin tidak gegabah, apa yang dilakukan penuh perhitungan. Rasulullah SAW, mengantisipasi terjadinya peperangan yang meluas dengan cara beliau mengadakan perjanjian demi perjanjian dengan pihak-pihak yang dianggap memiliki peranan penting dimasyarakat.

E. Aksi menghadang rombongan dagang orang-orang Kafir Quraish

Aksi menghadang rombongan dagang orang-orang Kafir Quraish adalah sebuah langkah strategis karena sedikit banyak tentu aksi ini akan berdampak pada stabilitas ekonomi mereka, dan mereka tentu sangat khawatir akan hancurnya dunia mereka.
Aksi tersebut bertujuan agar mereka menyerah dan tidak lagi mengusik ketenangan kaum Muslimin dengan teror-teror yang terus menerus mereka lakukan, utamanya kepada para Muhajirin, kendatipun mereka telah meninggalkan kota Mekkah.


Intisari Kajian Sirah Nabawiyah, 15 Pebruari 2016


=========\\
Rubrik ini merupakan intisari dari kajian ilmiah yang di sampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep). kajian ini di share sebagai upaya menambah khazanah keIlmuan bagi kita dan diharapan ikhwah sekalian dapat menelaah, menanggapi serta
mengkritisi isi kajian tersebut.

Info Kajian : 087866142908 (Ust. Eko Wahyudi)
Share on Google Plus