Tips Mencapai Kebahagiaan



PKSSumenep.org - Hidup bahagia adalah dampaan setiap insan. Banyak cara yang dilakukan orang untuk menggapainya. Ada dengan cara berlibur ke luar negeri, bertamasya ke tempat-tempat wisata, dan lain sebagainya.

Bahagia tidak selalu berhubungan dengan materi dunia, tapi bahagia adalah bagaimana kita menjalani hidup ini sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Itulah hakikat bahagia.

Banyak orang kaya dan memiliki harta yang melimpah, namun mereka tidak merasakan kebahagiaan. Sebaliknya, banyak orang miskin yang hidup apa adanya, tidak punya rumah pribadi, kendaraan pribadi, namun mereka tetap bahagia.

Ada beberapa faktor penunjang kebahagiaan di antaranya adalah seperti yang ditulis Batsinah As-Sayyid Al-Iraqi dalam bukunya 1000 Tip Menggapai Rumah Tangga Bahagia.


  1. Selalu istiqamah melaksanakan seluruh perintah Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh penyimpangan-penyimpangan, bisikan setan, kekafiran, kefasikan dan dosa-dosa.
  2. Memiliki ilmu agama yang akan menenangkan hati, mendatangkan pahala yang besar, dan menghapus seluruh dosa dan kesalahan.
  3. Memperbanyak istighfar, menyesali seluruh dosa, selalu mengetuk pintu Pemilik alam ghaib meminta dibukakan hati, karena Allah Maha Penerima taubat orang-orang yang bertaubat kepada-Nya.
  4. Hati dan lisan selalu berdzikir, kapan dan di mana pun.
  5. Selalu berbuat baik kepada orang lain, memberikan manfaat kepada orang kota dan desa, membantu orang-orang miskin dengan harta dan kata-kata yang membahagiakan mereka.
  6. Memiliki hati yang tangguh menghadapi rintangan apa pun, kuat menghadapi kesusahan, tidak pernah berkeluh kesah dan gelisah.
  7. Membersihkan hati dari sifat iri dengki, merusak, menipu, balas dendam, dan selalu bersikap baik terhadap para pelaku penyimpangan.
  8. Selalu hidup sederhana, tidak pernah hidup mewah, tidak pernah bersifat selalu ingin tahu dan banyak bicara.
  9. Memerangi pengangguran dan selalu hidup merasa cukup apa adanya.
  10. Selalu melihat ke bawah dalam hal kesehatan, ilmu pengetahuan, penghasilan dan merasa cukup dengan semua pemberian Allah Ta’ala.
  11. Melupakan masa lalu yang hitam, untuk dijadikan pelajaran dan cermin.
  12. Selalu memprediksikan sesuatu yang paling buruk akan terjadi, kemudian mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Selalu bertawakal kepada Allah, karena Allah-lah yang akan menolongmu.
  13. Tidak mengandai-andai akan terjadinya sebuah kesusahan. Untuk seorang yang beriman, cukuplah Allah sebagai penolong kesusahannya.
  14. Ketahuilah, kehidupan dunia ini hanya sementara. Jangan engkau kotori dengan pikiran-pikiran yang berbahaya, kebingungan dan kesedihan.
  15. Ketika engkau sedang susah, maka bandingkanlah antara yang ada dengan yang telah hilang, agar engkau tahu bahwa engkau hidup senang, penuh kenikmatan. Apa yang engkau miliki (masih) lebih banyak berkali-kali lipat daripada yang telah hilang.
  16. Jangan takut menghadapi ucapan orang-orang yang hasud (dengki), walalupun sangat menyakitkan, karena hal itu tidak akan membahayakanmu, justru merekalah yang akan celaka. Allah-lah yang akan menolongmu, sesungguhnya Allah Maha Melihat.
  17. Berpikirlah untuk hal-hal yang bermanfaat. Perhatikanlah hal-hal yang baik-baik, maka ketika engkau bisa berpikir positif, maka engkau akan bahagia.
  18. Jangan menunda pekerjaan hari ini untuk besok hari, karena hal ini bisa menumpuk-numpuk pekerjaanmu. Kerjakanlah pekerjaanmu setiap hari.
  19. Lakukanlah pekerjaan yang lebih penting dan lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Hadapilah sesuai teknisnya dan jangan menanyakan jumlah pekerjaannya. Mintalah petunjuk kepada Allah Ta’ala sebelum mengerjakannya.
  20. Pikirkanlah sebuah pekerjaan yang cocok dengan dirimu. Bergaullah dengan orang-orang yang bertakwa. Ingatlah, di sampingmu ada malaikat Raqib Atid yang selalu mengawasimu.
  21. Syukurilah seluruh nikmat yang engkau terima, lahir dan batin. Rasa syukurmu ini akan menghilangkan kegundahan hatimu dan akan mendatangkan kebahagiaan.
  22. Perlakukanlah istri, anak dan kerabat istri dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada manusia yang sempurna. Kalau engkau tidak mau bergaul dengan seseorang karena memiliki aib (kekurangan diri atau masa lalunya yang kelam), maka tidak akan ada seorang pun yang mau berteman denganmu. Baik di sisi ini dan buruk di sisi yang itu.
  23. Banyak-banyaklah berdoa, optimis dan penuh harapanlah. Jangan putus asa walaupun ujian menggunung, banyak tindak kezhaliman dan banyak musuh-musuh. Yakinlah, semua urusan berada di tangan Allah.
  24. Segala sesuatu terjadi atas kehendak dan ketentuan Allah. Mungkin saja Allah akan menyelamatkanmu dari sebuah malapetaka dengan musibah yang menimpamu. Terkadang seorang suami yang memadu istrinya bisa mendatangkan manfaat. Oleh karena itu, janganlah engkau membenci ketentuan-Nya.
  25. Merasakan penderitaan orang lain. Di dunia ini ada banyak orang-orang yang susah (menderita) dan orang-orang yang tertimpa musibah dan orang-orang yang kurang merasa beruntung.
  26. Semua manusia mengeluhkan semua ini (musibah dan kesulitan) dan menceritakannya kepada orang lain. Ketahuilah, sesungguhnya segala hasil ada bara api.
  27. Ingatlah, seelah kesusahan akan ada kesenangan. Kesabaran akan berbuah kemenangan, kekayaan datang setelah kemiskinan, hidup sehat setelah lama sakit, manis setelah pahit.
  28. Bersabarlah sedikit, serahkanlah semua urusan kepada Allah, hiduplah apa adanya dan persiapkanlah untuk masa depan (kematian).
  29. Ketahuilah, ketenangan hati adalah kekayaan paling mahal. Hidup enak hanya akan menambah kesibukan dan kekayaan hanya akan membuat hati semakin lelah. Mengejar-ngejar dunia hanya akan menambah kesusahan.
  30. Jangan ambil pusing dengan hal-hal yang membuatmu jengkel dan jangan engkau hiraukan sampai mereda (dengan sendirinya). Karena tidak ada yang mampu menutup mulut anjing kecuali batu.
  31. Jauhilah semua orang bodoh dan dungu, jangan sekali-kali mendekati mereka.
  32. Jangan terpengaruh oleh sanjungan orang lain kepadamu, karena di balik semua itu ada maunya. Berkacalah dari pengalamanmu dahulu.
  33. Biasakanlah berdzikir dan berolahraga. Kurangi minuman berkafein dan pakailah pakain berwarna putih bersih, jadilah orang tenang dan cerdas.
  34. Sering-seringlah membaca doa Nabi Yunus dan ingatlah kematian, anggaplah mudah urusanmu nanti akan menjadi mudah dan jangan lah engkau rela untuk urusan agamu dengan sesuatu kehinaan dan relah untuk urusan duniamu dengan kekurangan.

    [Abu Syafiq/BersamaDakwah]
    Share on Google Plus