Balada Daging Babi dan Gerbang Salam

PKSSumenep.org - Beredarnya beberapa jenis makanan najis dan minuman haram yang dijual bebas di mini market di Pamekasan, membuat beberapa kalangan gerah, termasuk MUI dan sejumlah komunitas alumni Al-Haromain Makkah.

Al-faqir sempat tanya langsung dengan M1 saat ketemu beliau di suatu acara, seperti apa tindakan nyata dari Pemda?

kata bupati belum ada aturannya, belum ada perdanya, tapi kami sudah buat surat edaran pemerintah daerah, dan sudah diedarkan ke masyarakat, melalui SKPD dan instansi terkait.

Tindakan dan sigap tanggap dari Pemda Pamekasan perlu kita apresiasi, perlu kita dukung.

Pamekasan sebagai kota yg punya slogan GERBANG SALAM ini pantas berduka atas beredarnya makanan mengandung babi tersebut. Pasalnya dengan kejadian ini gerakan membangun masyarakat islami yg selama ini jadi slogan jelas ternodai.

MUI pamekasan sebagai mitra Pemerintah daerah dalam meracik dan menyusun PERDA sangat ditunggu kiprah nyatanya untuk menyatakan sikap atau fatwanya tentang boleh tidaknya beredarnya barang najis tersebut ditengah masyarakat islam di pamekasan.

Memang UNDANG² tentang larangan berjualan meras maupun makanan haram dan najis terasa sangat susah dan sulit ditegakkan, pasalnya masyarakat indonesia yg majemuk jadi hambatan utama.

Daging babi haram bagi umat islam, tidak bagi umat kristiani, daging sapi halal bagi umat islam tapi haram dan pantangan bagi masyarakat Hindu. setidaknya itulah kata gunawan Muhammad, Ceo majalah Tempo di salah satu tulisannya.

Kami tidak pernah melarang orang kristiani makan babi maupun anjing, tapi kami sangat keberatan bila barang najis tersebut dijual bebas dipasar, yg terkesan sebagai jebakan bagi orang-orang yg tidak sadar, mengelabuhi orang² yg tidak faham.

GERBANG SALAM dan beredarnya makanan haram di kota ini, sangat kontroversi, sangat bertolak belakang, satu sisi ingin berjuang untuk kemulyaan islam, disisi lain mencemarkan ajaran islam.

MUI pamekasan telah menerbitkan aturan khusus tentang HOTEL ISLAMI dan jadi rujukan bagi MUI kota lain di Indonesia.

Kenapa tidak di coba untuk menerbitkan imbauan bagi non muslim agar lebih menghormati umat islam di daerah yg mayoritas muslim seperti Pamekasan.

alfaqir sempat memberi masukan pada M1 untuk membentuk HAIAH AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR. yg di isi oleh ULAMA' DAN UMARO'.

Tugasnya hanya amar ma'ruf dan nahi mungkar tidak yg lain. tidak seperti polisi yg melindungi dan mengayomi.

ketika sedang ber-amar ma'ruf maka Ulama ada di baris terdepan, seperti imbauan sholat berjamaah ke masjid, ditopang oleh aparat POL PP. bawa pentungan.

Ketika nahi mungkar maka umaro' (POL PP) di baris depan dan ulama cukup mendampingi saja.
Seperti mencegah maraknya penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.

Jika usulan saya di amini, setidaknya Drs.Ahmad Syafi'i. Ms,i sebagai bupati Pamekasan akan mewariskan kenangan indah sebelum masa tugasnya selesai.

Oleh : Ahmad Baihaqi
Share on Google Plus