Keutamaan dan Kandungan Sayyidu Al-Istighfaar



Bismillah...

Sayyidu Al-Istighfaar adalah :

للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ


”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau” (HR. Bukhari)

Keutamaan daripada kalimat ini adalah sebagaimana tertuang dalam sebuah hadits

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Barang siapa yang membacanya pada awal siang dengan penuh keyakinan lalu mati pada hari itu sebelum petang datang maka dia akan masuk Syurga. Begitu pula orang yang membacanya pada malam hari lalu mati sebelum pagi datang dijamin masuk Syurga.

Kadungan dari Sayyidu Al-Istighfaar adalah sebagai berikut :

A. اللهم انت ربي

"Ya Allah Engkau adalah Rabb-ku"

Ikrar akan kekuasaan dan keagungan Allah SWT, bahwa Allah SWT adalah pelaku yang mutlak di alam semesta. Pemilik dan penjaga serta pengatur yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

B. لا إله إلا أنت

"Tidak ada Ilah kecuali Engkau"

Ikrar akan kemaha Esaan Allah SWT sebagai Sesembahan.Bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah SWT. Jika kalimat ini ditimbang dengan seluruh alam semesta beserta isinya masih lebih berat kalimat "Laa Ilaaha Illallah"

C. خلقتني

"Engkau telah menciptakan aku"

Ikrar akan kemaha Esaan Allah sebagai pencipta. Sedang selainNya adalah makhluk yang wajib tunduk dan patuh.
Betapa banyak manusia yang selama ini lalai akan dirinya sebagai makhluq. Yang terbukti dia tidak tunduk dan patuh.

D. وانا عبدك

"Dan aku adalah Hambamu"

Ikrar penghambaan diri hanya kepada Allah SWT. Bahwa diri ini budak yang tidak mengenal kecuali rasa takut dan mengharap belas kasihan dari Sang Majikan yaitu Allah Rabbul izzati wal Jabaruuti.

Nabi SAW dalam salah satu Munajatnya yang artinya: "Ya Allah, aku budakmu, ayah bundaku adalah budakmu, ubun-ubunku di tanganmu, hukummu pasti terlaksana dan sungguh adil semua ketentuanmu..."

Allahu Akbar, full penghambaan diri dari kekasih Allah SWT yang benar-benar diakui sebagai hambaNya karena beliau telah melaksanakan hak-hak Allah SWT. Sementara diri ini rasanya belum pantas mengaku sebagai hamba Allah SWT karena hak-haknya masih banyak kita abaikan.

E. وانا على عهدك ووعدك مااستطعت

"Dan aku mempunyai kewajiban memenuhi janji kepadamu dengan semaksimal kemampuanku"

Ini adalah bentuk pembaharuan dan pengokohan komitmen diri kepada Allah SWT dengan perasaan menyesal atas kelalaian dan keteledoran selama ini atas ingkar janji dan kebohongan-kebohongan kepada Allah SWT. Bukankah do'a itu adalah janji, dua kalimat syahadat itu adalah janji, nadzar itu juga janji. Hadirkan seluruh janji-janji kita dan perbaharui komitmennya seraya kita mengatakan akan mengusahakanya semaksimal kemampuan.

F. أعوذ بك من شر ما صنعت

"Aku berlindung dari kejelekan perbuatanku"

Setelah sekian pengakuan dan ikrar dihadapan Allah, kemudian diri ini berlindung dari sesuatu yang akan menjadi penghalang utama akan dikabulkannya do'a dan datangnya pertolongan Allah SWT yaitu kebusukan jiwa dan buruknya perbuatan.

G. ابوء لك بنعمتك علي وابوء بذنبي

"Aku selalu kembali dengan memperoleh kenikmatan yang datang dari sisiMu dan dalam waktu yang bersamaan aku melakukan dosa"

Dalam ungkapan ini ada dua sisi penting: Pertama melihat kenikmatan Allah SWT yang sangat banyak. Kedua melihat kekurangan-kekurangan diri.Jika ini benar-benar disadari dan dihayati maka akan timbul rasa malu kepada Allah SWT.

H. فاغفرلي

"Maka ampunilah aku"

Inilah puncak dalam munajat yang sangat dalam, yaitu memohon ampunan Allah SWT. Dan oleh karena sebab itulah, kalimat-kalimat ini disebut sebagai penghulu dari semua kalimat-kalimat istighfar.

I. فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

"Sesunggunya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau"

Ungkapan yang terakhir ini membuat Allah SWT ridha Karena kita mengakui bahwa hanya Allah SWT yang bisa mengampuni dosa. Kembalilah kepada Allah niscaya kita akan mendapatiNya Maha pengampun lagi Maha penyayang.


Intisari Taklim Masjid Ibnu Batuta
Nusa Dua, Bali 18 Maret 2016

=========\\
Rubrik ini merupakan intisari dari kajian ilmiah yang di sampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep). kajian ini di share sebagai upaya menambah khazanah keIlmuan bagi kita dan diharapan ikhwah sekalian dapat menelaah, menanggapi serta mengkritisi isi kajian tersebut.

Info Kajian : 087866142908 (Ust. Eko Wahyudi)
Share on Google Plus