Menumbuhkan Pohon-pohon Kebaikan



Bismillah...

1. Taman itu akan menjadi indah bilamana dipenuhi dengan pohon-pohon yang rindang dengan daun dan bunga serta buahnya yang berguna. (QS. Ibrahim: 24-25)

2. Taman itu adalah semua institusi yang kita berada di dalamnya, dari rumah, kantor bahkan negara. Mari kita ciptakan semua itu dan kita rubah menjadi taman yang paling indah, jangan biarkan institusi menjadi hutan belantara yang keras dan ganas lagi menakutkan

3. Pohon-pohon itu adalah pohon-pohon kebaikan berupa manusia-manusia berkarakter yang paling bahagia di akhirat. Semoga kita tidak sebagai penonton yang menghisap jari melainkan kita sebagai bagian diantara mereka yang berbahagia.

4. Siapakah mereka gerangan?

Nabi dalam sabdanya menguraikan yang makananya:
"Tujuh (golongan/orang) yang kelak akan dinaungi Allah (dibawah Arsy-Nya) di hari yang tidak ada naungan kecuali milik-Nya.
  1. Imam yang Adil
  2. Pemuda yang gemar beribadah
  3. Seorang yang hatinya terpaut dengan masjid
  4. Dua orang yang saling mencintai, bertemu dan berpisah (dalam ketaatan) karena Allah SWT.
  5. Seorang lelaki yang digoda perempuan cantik dan terpandang lalu mengatakan "aku takut kepada Allah" .
  6. Seorang yang bersedekah dengan rahasia seakan tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya.
  7. Seorang yang berdzikir kepada Allah saat sendiri sambil melinangkan air matanya.

5. Keberadaan mereka beserta nilai-nilai yang ada pada mereka dari kepemimpinan yang kuat dan adil, spiritualitas (ibadah, rasa takut, kecintaan dan dzikir) yang mencakup semua segmen, tidak hanya dikalangan segelintir kaum sepuh, akan tetapi ia ada pada setiap pemimpin, pada kaula muda dan masyarakat pada umumnya dari laki-laki dan perempuan. Disamping kedermawanan dan semangat memberi yang tumbuh menjadi karakter masyarakat. Itulah pohon-pohon kebaikan yang akan menjadikan rumah tangga kita sampai negara kita sebagai taman yang terindah.

6. Semua nilai di atas menjadi indikator kebahagian, kemakmuran dan kemajuan serta kejayaan institusi kita

7. Pemimpin disebut pertama oleh Nabi karena ia adalah dinamisator tumbuhnya pohon dan bunga kebaikan di atas. Pemimpin hadir membangun pemuda, memakmurkan masjid dan mengarusutamakan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan dengan menjunjung tinggi kecintaan dan persaudaraan serta rasa takut dengan mengingat Allah dan tunduk kepada kebenaran.

8. Yang kita butuhkan saat ini bukan orang pandai semata, sementara ia jauh dari petunjuk. Yang kita butuhkan adalah orang-orang yang dengan tulus dan tegas serta berani mengatakan "aku takut kepada Allah" seraya menolak untuk bermaksiat.

9. Pohon kebaikan yang tak pernah kering adalah kecintaan yang tumbuh di hati yang bersih yang disinari dengan pelita keimanan. Pancaran cinta itu akan abadi di dunia dan akhirat. (QS. Al-zukhruf: 67)

10. Subur dan tidak nya pohon-pohon kebaikan itu amat tergantung pada gizi yang diasupnya. Yaitu dzikir kepada Allah yang berkualitas, banyak dan berkesinambungan.



*)Intisari Taklim Masjid Baitul Makmur
Denpasar, Bali 19 Maret 2016


=========\\
Rubrik ini merupakan intisari dari kajian ilmiah yang di sampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep). kajian ini di share sebagai upaya menambah khazanah keIlmuan bagi kita dan diharapan ikhwah sekalian dapat menelaah, menanggapi serta mengkritisi isi kajian tersebut.

Info Kajian : 087866142908 (Ust. Eko Wahyudi)
Share on Google Plus