Ngaji Bareng Anak-anak | Asyiknya Tarbiyah



Bismillah...

1. Pentingnya menghadirkan niat yang baik

Niat tempatnya di dalam hati maka yang mengetahui adalah Allah SWT. Dan Allah SWT pasti akan memberikan penilaian dan balasan atas niat setiap orang. Ada seorang raja yang meminta dibuatkan jus delima kepada seorang anak perempuan putri pemilik suatu kebun, setelah ready jusnya dan diminum oleh raja, rasanya luar biasa enak dan manis.

Raja bertanya kepada anak perempuan tersebut, "Berapa banyak delima yang dimasukkan?" "Satu", Jawab si anak. Maka raja meminta untuk dibuatkan kembali sambil menyembunyikan keinginan di dalam hatinya untuk menguasai kebunnya dan akan merampas dengan kekuasaannya.

Setelah selesai dibuatkan lalu diminum oleh raja, rasanya berbeda dengan yang pertama, bukan manis tapi kecut. Raja bertanya "Berapa delima yang kamu masukkan?" Dia mengatakan, "5 buah". "Mengapa tidak Manis?" kata sang raja kembali. Si anak menjawab, "Barangkali tuan telah berniat jelek."

Subhanallah!

2. Asyiknya tarbiyah ada tiga dimensi

A. Asyiknya dalam hati

Merasakan kebahagiaan, lapang dada, ketenangan dan ketentraman jiwa. Namun ini semua tidak akan kita rasakan jika kita belum mengenal Allah SWT, Rasulullah SAW dan orang-orang teladan dari hamba Allah yang shalih. untuk mengenal itu semua jalan nya adalah tarbiyah, kita harus ngaji dengan rutin dan terus menerus, belajar islam, Al-Quran, Hadits, sejarah dll, yang motifasi belajarnya adalah untuk diamalkan bukan sekedar di-ilmu-i.

Ada seorang pencuri masuk ke rumah Malik Bin Dinar. Saat itu Malik Bin Dinar sedang shalat. Mendengar ada orang masuk beliau mempercepat shalatnya. Pencuri itu tidak mendapatkan sesuatu di rumah seorang yang shalih itu. Maka bergegas ia akan keluar melalui jendela rumah.
Malik Bin Dinar memanggilnya, "Mau ke mana kamu fulan? Sini, apa yang engkau dapati?" "Tidak ada!" jawab si pencuri itu. "Maukah aku beri kamu sesuatu?" Malik bin Dinar menawarkan. "Ambillah mangkok lalu isi dengan air dan berwudhu'lah!" tambahnya lagi.

Pencuri melakukan apa yang diminta. Setelah berwudhu' ia melakukan shalat dua rakaat atas perintah Malik Bin Dinar. Setelah shalat, pencuri itu ditanya "Apa yang engkau rasakan?" "Nikmat," kata pencuri. "Ia lebih nikmat daripada apa yang engkau cari, bukan?" kata Malik bin Dinar. "Benar," jawab pencuri. "Kalo begitu lanjutkan shalatmu," pinta Malik. Maka dilanjutkan sampai selesai 11 rakaat.

Ketika Malik Bin Dinar hendak pergi ke masjid, pencuri bertanya: "Mau ke mana?" "Ke masjid" kata Malik bin Dinar. "Bolehkah aku ikut?" kata si pencuri. "Silahkan!" Malik bin Dinar memperbolehkan si pencuri iku. Maka pencuri itu pun shalat di masjid.

Subhanallah!

Selesai shalat pencuri itu bertanya "Bolehkah aku tinggal beberapa hari di rumahmu, karena aku merasa senang berada di rumahmu?" Malik Bin Dinar mempersilahkan dengan senang hati, "Silahkan!"

Betapa beruntungnya pencuri ini, dia telah mendapati kenikmatan yang sebenarnya dengan bertaubat dan beribadah kepada Allah SWT dalam asuhan seorang pendidik (murabbi) yang shalih.

Ini rasa asyiknya yang pertama. Yaitu, asyiknya disini (di dada).

B. Asyiknya di alam nyata

Asyik di dada akan menjelma di alam nyata. Dalam kehidupan sehari-hari berupa akhlaq mulia. Kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, sesamanya dan lingkungan sekitarnya. Keberadaannya sangatlah diharapkan oleh masyarakat karena setiap orang akan merasa aman dari gangguan tangan maupun lidahnya bahkan ia selalu datang memberikan manfaat kepada orang lain. Orang yang dididik seperti pohon yang baik, selalu memberikan buahnya, baik diminta atau tidak, di ke hendaki atau tidak.

Ini asyikya tarbiyah di alam nyata

Kisah Malik Bin Dinar di atas juga menggambarkan akan asyiknya di alam nyata, akhlaq Malik Bin Dinar menuntun pencuri menjadi orang baik, tanpa harus banyak bicara. Kisah sahabat yang masuk dalam hutan, saat bertemu dengan binatang buas. Mereka tidak membunuhnya akan tetapi mendakwahinya, bahwa "Tuhan kalian dan kita adalah Allah SWT".

Subhanallah!

Jangankan manusia, binatang saja merasakan manfaatnya. Bacalah perjalanan anak yang beriman yang dikisahkan oleh Nabi dalam Haditsnya. Kisah ini bisa kita baca dalam Hadits Riyadhusshalihin Bab Sabar atau dalam tafsir QS. Al-Buruj. Disana kita akan menemukan satu dari sekian banyak contoh orang-orang yang lahir dari rahim tarbiyah. Seorang pribadi yang tangguh, heroik yang menyebabkan berimannya banyak manusia.

Allah Akbar!

C. Asyiknya di akhirat

Asyiknya tarbiyah ini tidak hanya berhenti di dunia tapi akan berlangsung di akhirat. Dan di sanalah buah tarbiyah yang sebenarnya. Allah menyediakan kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga dan bahkan tidak pernah terdetik dalam hati siapapun, yaitu syurga yang luasnya untuk setiap orang bagai langit dan bumi.

3. Buat anak-anakku

"Yuk, ngaji Yuk.
Ngaji tuh asyik.
Gak ngaji gak keren"
"Jadilah generasi tarbiyah, agar kelak kita berjumpa di syurga".

4. Buat Semua orang tua

"Pembinaan anak, pada hakikatnya bukan tanggung jawab pembinanya, melainkan tanggung jawab orang tuanya".
Selamatkan mereka dengan tarbiyah agar kenikmatan Allah SWT bagi kalian benar-benar sempurna kelak di syurga".



Intisari Ngaji Bareng Anak-anak Dalam Acara Tanaka (Tarbiyah Anak Kader)
Sumenep, 06 Maret 2016


=========\\
Rubrik ini merupakan intisari dari kajian ilmiah yang di sampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep). kajian ini di share sebagai upaya menambah khazanah keIlmuan bagi kita dan diharapan ikhwah sekalian dapat menelaah, menanggapi serta
mengkritisi isi kajian tersebut.

Info Kajian : 087866142908 (Ust. Eko Wahyudi)
Share on Google Plus