Hidayah Itu Segalanya



Bismillah...

1. Bersamaan dengan shaum ramadhan, bersamaan dengan dibukanya pintu syurga dan ditutupnya pintu neraka, bersamaan dengan dibelenggunya syaithan dan bersamaan pula dengan bulan diturunkannya kitab suci Al-Qur'an sebagai sumber terbesar ilmu dan hidayah mari kita berusaha terus menambah hidayah yang datang dari Allah. Karena hidayah di atas semua kepentingan yang lain.

2. Hidayah memiliki kandungan yang besar dan terdiri dari beberapa tingkatan.
Yang kesemuanya dibutuhkan sejak di dunia sampai di akhirat.

3.Kandungan hidayah:
A. Pengetahuan terhadap kebenaran.
B. Kemauan dan keinginan untuk menjadi pengikut kebenaran.
C. Kemampuan untuk menegakkan kebenaran.

4. Terkait dengan kandungan hidayah tersebut, mari kita bertanya,
Adakah kita telah mengetahui semua kebenaran yang Allah turunkan?
Seberapa besar kemauan kita untuk mengikuti kebenaran yang telah kita ketahui?
Dan sudahkah kita mempunyai kemampuan untuk menegakkannya?
Selanjutnya kita ukur antara pengetahuan, kemauan dan kemampuan yang telah kita miliki.
Manakah yang lebih banyak antara yang sudah kita ketahui dengan yang belum?
Dan dari yang kita ketahui bukankah sebagian saja yang kita inginkan?
Dan dari sebagian yang kita inginkan, baru sebagian pula yang kita bisa tegakkan, bukan?

5. Kalaulah kita sudah memiliki semua kandungan hidayah di atas dengan sempurna, bukan berarti selesai, masih ada satu hal lagi yang perlu kita renungkan, yaitu apakah itu semua bisa kita pertahankan sampai kita mati?
(semoga, Amiin!)

6. Adapun tingkatan hidayah:
Yang pertama, penjelasan dan petunjuk yang datang dari Allah dan Rasulnya.
(QS. Al-lail: 12)
Yang kedua, taufiq yang berarti kesesuaian perbuatan dengan petunjuk dan kesesuaian antara pengetahuan dengan perbuatan.
(QS. Hud: 88)
Yang ketiga, kecintaan yang Allah letakkan di dalam hati terhadap keimanan sehingga tidak menyisakan sedikit pun ruang bagi kekafiran, kemaksiatan dan kefasikan.
(QS. Al-Hujarat: 07)

7. Tingkatan hidayah yang terakhir yaitu hidayah di akhirat.
Petunjuk Allah bagi hamba-Nya saat melintas di atas shiraat (jembatan) yang berada di atas punggung neraka jahannam, sehingga sampai ke dalam syurga dengan aman dan selamat.

8. Hidayah di akhirat akan diberikan kepada mereka yang mendapat hidayah di dunia.
(QS. Ala'raf: 43)

9. Besarnya hidayah yang akan diperoleh oleh seseorang di akhirat tergantung dengan hidayah yang dia miliki di dunia.

10. Kemaksiatan di dunia jika tidak diampuni akan menjadi penghambat perjalanan menuju syurga, dan syubhat yang dilakukan di dunia akan berpotensi menambah gelapnya perjalanan di akhirat.
Wal'iyadzu billah!

11. Dengan demikian kita faham bahwa hidayah itu segalanya, karena dengan hidayah kita tahu, kita mau dan kita mampu sehingga kita selamat di dunia dan akhirat.
Inilah rahasia mengapa kita senantiasa memohon kepada Allah SWT akan hidayah.
اهدنا الصراط المستقيم

Intisari Khutbah Jum'at
Masjid Al-Irsyad Surabaya
10 Juni 2016
Oleh: Ust. Mohammad Mudhar
Share on Google Plus