Terimalah Jamuan dari Rabb-mu



Bismillah...

1. Ramadhan yang dirindukan adalah sesuatu yang sangat mahal nilainya, seakan tidak bisa di tukar dengan sebelas bulan yang lain, ia satu-satunya bulan yang disebut dalam Al-Qur'an, satu-satunya yang di dalamnya Allah wajibkan puasa, satu-satunya bulan dibukanya pintu syurga dan ditutupnya pintu neraka, satu-satunya bulan dibelenggunya syetan-syetan pembangkang, satu-satunya bulan yang di dalamnya Allah menurunkan kitab suci Al-Qur'an dan satu-satunya bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

2. Ramadhan datang bukan untuk menyengsarakan manusia yang beriman melainkan sebagai hidangan dan jamuan bagi mereka.
Sungguh tidak semua yang menyaksikan ramadhan berhasil memperoleh suatu jamuan yang sama sekalipun mereka secara bersamaan memasukinya dan mendatanginya. Beda jamuan yang diperoleh antara satu dengan yang lain tergantung kemauan masing-masing untuk meraihnya.

3. Orang yang tidak tertarik dengan segala peluang dan keistimiwaan yang Allah letakkan di dalam bulan ini adalah orang yang tercegah (mahrum) untuk mendapati rahmat-Nya. Sebagaimana mata yang sakit tercegah untuk melihat cahaya matahari dan demikian pula lidah tercegah menikmakti rasa tawarnya air. Tentu bukan dikarenakan airnya yang tidak tawar atau mataharinya yang tidak bersinar melainkan penyakit yang sedang menimpa dirinya.

4. Jamuan Allah berupa ramadhan ini adalah jamuan yang akan menghidupkan jiwa, menyuburkan hati dan menumbuhkan semangat untuk berjumpa dengan Allah. Hal itu bisa kita rasakan bagaimana aktifitas semakin meningkat seiring dengan bertambahnya hari-hari ramadhan ini. Walau tetap saja ada jiwa yang merasa berat sebagaimana halnya shalat terasa berat kecuali bagi mereka yang rindu berjumpa dengan Tuhan (Rab) mereka.
(QS. Al-Baqarah: 46)

5. Mengapa ada orang yang mampu mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan ramadhan ini sampai berkali-kali, sementara ada yang satu kali saja kadang tidak sempat?

Subhanallah, itulah jamuan Allah bagi hamba-Nya yang mendambakan untuk berjumpa dengan-Nya.
Rasulullah bersabda:
ومن أحب لقاء الله أحب الله لقاءه
"Dan barang siapa yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya".
Terimalah jamuan dari Tuhan (Rabb)-mu sebagai tanda cinta-Nya.

Intisari Kuliah Tarawih Mushalla Ampel Melati
Surabaya, 12 Juni 2016
Share on Google Plus