Kuatkan Peranan Keluarga Didik Anak, Wujudkan Pemuda Bebas Narkoba



PKSSumenep.org - Semarang (29/7) – Narkoba menjadi sebuah permasalahan tersendiri bagi masyarakat, pasalnya Indonesia kini tengah darurat Narkoba. Hal tersebut dikuatkan dengan maraknya pemberitaan mengenai kasus barang haraman tersebut.

Ketua Bidang Kepemudaan Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah Ali Umar Dhani menyampaikan bahwa cara paling efektif saat ini yang bisa dilakukan adalah memberikan edukasi kepada pemuda dan pelajar melalui keluarga. Pencegahan diberikan melalui pendidikan dan penyuluhan mengenai bahaya pengguaan narkoba.

"Kasus narkoba di Jateng sangat memprihatinkan, kita baru - baru ini melihat ada 3 orang anak muda yang mengendarai mobil di tol habis menenggak narkoba, itu di semarang. Harus kita cerdaskan pemuda - pemuda itu, jangan dibiarkan asyik - asyikan padahal merusak." terang Dhani, Jum'at (29/07/2016).

Dhani menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan peran serta keluarga dalam penyuluhan akan menyentuh langsung kepada pemuda dan memudahkan pengawasan. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat, banyaknya kasus pemuda menggunakan narkoba karena kesalahan orang tua yang lemah dalam memberikan pendidikan.

Mengingat kejahatan narkotika sebagai kejahatan luarbiasa dalam kemanusiaan, Dhani mengatakan bahwa selain upaya pencerdasan pemuda dan pelajar upaya memberantas perdagangan dan peredaran gelap narkoba harus terus dilakukan.

Lebih lanjut, Dhani mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Akan tetapi menurut catatan Dhani selama lima tahun terakhir mayoritas yang ditindak adalah pengguna dan pengedar, belum sampai kepada bandar narkoba.

"Maka dari itu, kalau belum bisa melakukan penyidikan sampai ke dalangnya. Ya peredaran Narkoba masih ada. Tapi tadi, kalau kita sudah bentengi pemuda sejak dari rumah, insya Allah." ungkap Dhani.

Dhani merasa bahwa upaya perang melawan narkoba merupakan peran untuk masa depan bangsa, karena narkoba telah merusak masa depan pemuda yang nantinya akan menjadi penerus Indonesia kedepan.

Menurut data Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, pada 2015 menangani 113 kasus narkoba. Sementara 35 polres di Jateng menangani 1.279 kasus. Artinya, secara keseluruhan, polisi mengungkap 1.392 kasus.

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah pada tahun 2015, jumlah pencandu narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa di Jawa Tengah mencapai 111.000 orang.

Sumber : PKS.id
Share on Google Plus