Dahsyatnya Shilaturrahim



1. Hidup ini intinya adalah beramal shalih. Ada dua bentuk Amal shalih: Yang pertama amal shalih yang hubungannya antara kita dengan Allah sebagaimana shalat, puasa haji dan lainnya. Yang kedua amal shalih yang hubungannya antara kita dengan sesama kita yaitu manusia yang disebut shilaturrahim. Kedua bentuk amal shalih di atas adalah ibadah yang dengannya kita dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

2. Minimal ada dua alasan mengapa doa-doa kita pasca Ramadhan adalah taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima semua amal kita)

Pertama, Orang yang beriman dalam setiap amal shalihnya ada rasa takut dalam hatinya (QS. Al-Mukminun: 60). Takut jika amalnya ditolak. Inilah perbedaan antara orang mukmin dan kafir. Orang beriman menanam dan takut tanamannya rusak sedangkan orang kafir merusak dan mengharap panen.

Kedua, Allah hanya akan menerima amal dari hambanya yang bertaqwa. Jadi, jika diterima amal seseorang oleh Allah berarti dia termasuk orang yang bertaqwa . Dan orang yang bertaqwa itu tempatnya di surga. Salah seorang minas-shaalihin berkata : "Seandainya aku mengetahui Allah menerima dariku satu sujudku maka tidak ada yang lebih aku sukai selain kematian".

3. Shilaturrahim adalah bagian yang tak terpisahkan dari ajaran islam. Bahkan perintah shilaturrahim datang sesudah perintah taqwa dan tauhid.
Sikap menjauh dari ajaran islam akan membuahkan terputusnya kekeluargaan dan terjadinya kerusakan di bumi. (QS. Muhammad: 22)

4. Karena dampak dari diputusnya kekeluargaan adalah terjadinya kerusakan maka shilaturrahim ini adalah harapan semua makhluq Allah. karena mereka tidak ingin keberadaannya terganngu. Dengan demikaian kebaikan manusia adalah kebaikan alam dan kerusakannya adalah kerusakan alam. (QS. Ar-Rum: 41 ). Maka islam adalah solusi untuk semua. Dan seluruh alam semesta mencintai orang yang mengajarkan kebaikan kepada yang lain sedang yang merusak akan menjadi musuh bersama.

5. Siapa yang menyambung kekeluargaan akan disambung dan siapa yang memutus akan diputus. Yang akan disambung dan yang akan diputus oleh Allah terhadap manusia akibat menyambung kekeluargaan dan atau memutusnya bersifat menyeluruh (urusannya, rekan rekannya, rizkinya ilmunya, keturunannya, keberkahannya, doa-doanya dan lain sebagainya)

6. Bagi yang urusannya sulit dan tidak segera terselesaikan. Bagi yang rizkinya seret dan kehidupannya melarat. Bagi yang doanya tidak segera terkabulkan. Bagi yang mendapat problem pada anak-anaknya, ingatlah barangkali ada kerabat yang sedang dia putus.
Segera sambung! Semoga Allah merahmati!
Amin...

Intisari Kajian Acara Shilaturrahim Syawal (Bagian kesatu)
Sumenep, 24 Juli 2016

=========\\
Rubrik ini merupakan intisari dari kajian ilmiah yang di sampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep). kajian ini di share sebagai upaya menambah khazanah keIlmuan bagi kita dan diharapan ikhwah sekalian dapat menelaah, menanggapi serta mengkritisi isi kajian tersebut.

Info Kajian : 087866142908 (Ust. Eko Wahyudi)
Share on Google Plus