Fajar Itu Pasti Datang



Bismillah

1. Fajar adalah momentum waktu yang datang setelah gelapnya malam dan momentum kemenangan Al-Haq atas kebatilan. Dua momentum ini sangat berarti dalam perjuangan. Untuk itu Allah mengabadikan momentum ini dengan firman-Nya (Wal fajr).

2. Fajar yang merupakan momentum waktu setelah berlalunya waktu malam banyak melahirkan hukum, diantaranya wajibnya shalat shubuh, start memulai imsak dalam puasa, berakhirnya lailatul qadar dan lain sebagainya. Dan pada waktu itu Allah perintahkan banyak hal kepada kita, antara lain Shalat shubuh, membaca Al-Qur'an, dan banyak bertasbih

3. Masing-masing dari perintah di atas mempunyai keutaman yang besar. Shalat dua rakaat subuh lebih baik dari dunia dan isinya. Membaca Al-Qur'an (terutama saat shalat shubuh/fajar) mendapatkan persaksian khusus dari para malaikatnya (QS. Al-Isra': 78). Tasbih pada waktu fajar atau sebelum terbenamnya matahari memberikan ketahanan diri dari celaan orang yang mencela serta membuat dada lapang karena perintah bertasbih sebelum terbitnya matahari datang setelah firman Allah:

فاصبر على مايقولون

"Bersabarlah atas apa yang mereka katakan".

Dan di akhiri dengan sebuah harapan yang mengandung kepastian

لعلك ترضى

"Agar engkau senang dan ridha".(QS. Thaha: 130)

4. Keistimiwaan waktu fajar dan begitu juga ashar adalah bertemunya dua kelompok malaikat penjaga malam yang hendak kembali kepada Allah dan penjaga siang yang baru tiba untuk bertugas dan atau sebaliknya. Allah bertanya kepada malaikat bagaimana keadaan mereka saat kalian tinggalkan? Kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat (shubuh/ashar) dan kami tianggalkan mereka dalam keadaan shalat (Ashar/Shubuh).

5. Fajar yang merupakan momentum kemenangan Al-Haq atas kebatilan adalah buah dari pertolongan Allah yang harus direbut dengan perjuangan dan kerja keras yang tanpa henti.

الجهاد ماض الى يوم القيامة

6. Aktifis pejuang fajar adalah mortir-mortir kebenaran yang dilepas dan lemparkan kepada kebatilan agar mengenai otaknya sehingga kebatilan itu sirna. Sebagaiman firman Allah dalam (QS. Al-Anbiya': 18)

7. Salah satu tujuan besar Allah menurunkan syariat jihad

ليحق الحق ويبطل الباطل

liyuhiqqal haqqa wa yubthilal baathila
(Menampakkan atau membenarkan yang benar dan memudarkan atau membathilkan yang bathil)



Langkah untuk maksud dan tujuan besar di atas adalah sebagai berikut:

A. Mengetahui kebenaran sehingga dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil

B. Meyakini kebenaran dan tidak ada keraguan sedikitpun (QS. Al-Al-Baqarah: 147)

C. Komitmen mengikuti yang haq dan menjauhi yang bathil

D. Memperbanyak barisan ahlul haq dengan dakwah dan tarbiyah (QS. An-Nahl: 125)

E. Bersatu,tidak bercerai berai dan tidak saling melemahkan antara satu dengan yang lain serta menghindari perselisihan (QS.Al-Anfaal: 46)

F. Ditata dan di organisir denga rapi dan terartur . Karena kebenaran yang tidak tertata dengan baik akan dikalahkan dengan kebathilan yang tertata (QS. As-Shaf: 4)

G. Berjuang memenangkan yang haq dengan lisan, tulisan, pikiran, harta dan jiwa.(Qs. At-Taubah: 41)


Intisari Kajian Shilaturrahim Syawal
Oleh : Ust. Moh. Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep)
Sapeken, 26 Juli 2016
Share on Google Plus