Menggapai Cinta Hakiki



Bismillah...

1. Cinta adalah anugerah yang Allah berikan kepada seluruh makhluk-Nya. Alam semesta ini semuanya mencintai Allah. Saat Allah memerintahkan kepada langit dan bumi untuk datang kepada-Nya baik dengan suka atau terpaksa, mereka menjawab "qaalataa atainaa thaai'iin". kami datang dengan ketatan dan kecintaan. Bahkan musuh Allah sekalipun mengaku cinta kepada Allah.

2. Manusia dalam kecintaannya bertingkat. Kecintaan seseorang kepada orang tuanya dan kepada istri begitu pula kepada anaknya tentu tidak sama.
Derajat kecintaan itu ditentukan oleh pemberian yang ia terima. Oleh karena itu orang yang beriman akan lebih mencinta Allah dibandingkan yang lainya sebagai pemberi yang maha Agung, yang tidak ada suatu anugerah kecuali anugrah-Nya . Kecintaan di atas semua kecintaan (QS. Al-Baqarah: 165 ) dan di atas pijakan cinta seorang yang beriman beribadah kepa-Nya (QS. Al-Imran: 31).

3. Pencinta Allah tidak berbuat sesuatu melainkan karena dorongan cinta kepada-Nya. Sehingga kecintaan itu melahirkan banyak keajaiban.Pertama, saat orang beriman memberi santunan berupa makanan, pakaian atau lainya dia berkata "Sungguh kami tidak mengharap balasan dari kalian dan tidak pula ucapan terima kasih (QS. Al-Insan: 9). Kedua, dalam kondisinya yang terbatas dia dapat memberi kepada yang lain, itulah keajaiban yang lahir dari kecintaan kepada Allah (QS. Al-Hasyr: 9).

4. Kecintaan adalah ikatan yang menghubungkan antara makhluk dengan khaliknya dan begitu pula sebaliknya serta antara sesama makhluk.

5. Kecintaan itu harus saling menjawab (yuhibbuhum wa yuhibbunahu). Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah. Inilah misi Ramadhan yang paling besar. Pertanyaannya sudahkah kita menggapainya?

6. Untuk menggapai yang satu ini ada manhajnya, ada jalannya dan ada ujiannya. Pertama, Manhajnya satu yaitu mengikuti Rasulullah SAW dengan sesempurna mungkin (QS. Ali Imran: 31). Kedua, jalanya yaitu anda selalu bersama islam, iman dan ihsan. Anda selalu bersama kewajiban-kewajiban anda kepada Allah, atas diri anda dan kepada yang lain. Anda selalu bersama dengan Nawafil (semua yang dianjurkan di luar yang diwajbkan). Ketiga, ujiannya ada dua untuk membuktikan anda layak menjadi kekasih Allah atau tidak, yaitu melalui jalur ujian kenikmatan dan ujian yang tidak nyaman (QS. Al-Fajr : 16 -17).

7. Orang yang mencintai sesuatu akan banyak mengingatnya dan selalu ingin berjumpa dengannya. Orang yang beriman menjumpai Allah di dunia melalui shalat, tilawah qur'an, puasa, dzikir dan lainya dari berbagai ketaatan sampai Allah berkenan menemui mereka. (walaqqaahum nadzratan wa sururan) Allah menjumpai mereka dengan pandangan (rahmat-Nya) dan kesenangan (kenikmatan syurga-Nya). Allahumma ij'alnaa minhum!


Intisari Khutbah Idul Fitri 1437 H.
Oleh : Ust. Moh. Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep)
Malang, 06 Juli 2017
Share on Google Plus