Tafsir Kata Insan



Bismillah...

Manusia disebut Insan atau An-Nas. Mengapa? Kata insan mempunyai tiga akar kata yang berbeda:

Pertama, Berasal dari kata Al-Unsu yang artinya menyenangkan.

1. Dari makna Insan yang pertama ini sejatinya sebagai manusia kehadirannya selalu diharapkan karena kehadirannya membahagaiakan dan menyenangkan.mMenyenangkan kepada kedua orang tuanya, istrinya, anak-anaknya, tetangganya dan masyarakatnya. Bukan justru kehadirannya menjadi masalah (problem maker) ditengah-tengah mereka. Rasulullah SAW menyatakan tidak beriman bagi seseorang apabila tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya. Rasulullah adalah pribadi yang menyenangkan bahkan kepribadiannya yang menyenangkan itu mencakup bagi semua alam (Rahmatan lil alamin).

2. Al-Qur'an memberikan suatu syarat penting bagi sesorang yang akan masuk rumah orang lain yaitu "Hatta tasta'nisuu" (Sehingga kalian meminta perkenanannya). Perhatikan kata Isti'naas yang dalam kontek masuk rumah diartikan meminta izin. Di dalamnya mengandung arti bahwa kita punya misi membahagiakan saudara kita yang akan kita kunjungi.

3. Membahagiakan saudara kita yang muslim adalah termasuk kategori amal-amal yang utama dan untuk membahagiakan itu tidak selamanya membutuhkan modal besar. Kalimat thayyibah yang disampaikan dengan cara yang baik itu akan membahagiakan hati seseorang (Qaulun ma'ruufun khairun min shadaqatin yatba'uha adzan) perkataan yang ma'ruf lebih baik dari pada shadaqah yang diikuti dengan tindakan yang menyakitkan.

4. Menyenangkan orang lain bukan sekedar menjadikannya bahagia dan tersenyum di dunia akan tetapi di akhirat dia sengsara dan menangis.
Hakikat membahagiakan itu manakala kita membawa hidayah kepada mereka.
Dengan kita mengajak mereka ke jalan Allah yang diridhoi, dengan demikian berarti kita mengajak mereka ke dalam surga.

Kedua, Kata insan yang kedua berasal dari kata An-Nausu yang artinya bergerak, aktif dan dinamis.

1. Sebagai manusia harus selalu bergerak aktif untuk meraih sesuatu yang paling berharga yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah memanggil manusia dengan firmannya "Yaa ayyuhal insaan innaka kadihun ilaa rabbika kadhan famulaaqiihi" (Hai manusia sesungguhnya engkau seorang yang bekerja keras menuju Tuhan-mu maka engkau akan menjumpai-Nya). Itulah jati diri manusia, seorang yang bekerja keras. Setiap orang yang sukses pasti dia bekerja keras atau bersungguh sungguh namun Allah dengan kasih sayangnya memberikan petuntuk agar manusia menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya dengan demikan semuanya akan berarti disisi Allah. Akan ada pahala disetiap langkahnya bahkan pada setiap tetesan-tetesan keringatnya.

2. Berbahagialah manusia yang bekerja keras di dunia ini untuk menyiapkan pertemuannya dengan Allah. Nabi menyebutnya sebagai orang yang cerdas siapa yang bekerja untuk menyiapkan kehidupannya setelah kematian.

Ketiga, Yang ketiga akar kata Insan berasal dari kata Nisyaan yang artinya lupa.

1. Makna yang ketiga ini yang lebih populer dan biasanya bergandeng dengan sifat salah. Namun sayangnya terkadang ia menjadi pembenaran atas perbuatan kesalahan yang dilakukan dengan tanpa ada sedikitpun beban dan keinginan untuk memperbaiki diri. Nabi menjelaskan bahwa setiap anak adam pasti bersalah dan sebaik-baik mereka yang bersalah adalah yang bertaubat.

2. Ada dua hal yang tidak boleh kita lupakan yaitu kebaikan seseorang kepada kita dan kejelekan kita kepada orang lain dan ada dua hal pula yang harus kita lupakan yaitu kebaikan kita kepada orang lain dan kejelekan orang lain terhadap diri kita.

3. Peringatan atau tadzkirah adalah suatu kebutuhan yang mendasar bagi manusia agar tidak berubah dari lupa menjadi lalai. Kehadirannya dalam majelis ilmu menjadi sangat penting betapun ilmu yang sudah dia miliki. Karena bisa jadi dia lupa.


Itulah sekelumit tafsir kata al-insan semoga bermanfat. Karena sampai kapanpun kita ini tetap manusia.


Intisari Khutbah Jumat
Oleh : Ust. Moh. Mudhar (Ketua MPD PKS Sumenep)
Malang, 15 Juli 2016
Share on Google Plus