Ketua Fraksi PKS: Tegakkan Supremasi Hukum Terhadap Pelaku Penistaan Agama



PKSSumenep.org – Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, merespon maraknya tuntutan masyarakat agar Kepolisian Republik Indonesia menegakkan supremasi hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama yang disapa Ahok yang dinilai telah menistakan agama karena pernyataannya soal Surat Al-Maidah Ayat 51 beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini polemik akibat pernyataan Pak Ahok masih terus bergulir, tuntutannya agar Polri memproses laporan penistaan agama yang dilakukan oleh Pak Ahok secara adil dan menjunjung supremasi hukum. Saya pribadi masih menerima pengaduan dan harapan masyarakat luas tetang hal itu,” kata Jazuli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/10).

Fraksi PKS, tegas Jazuli, mendorong dan memberikan kepercayaan kepada Polri untuk menghadirkan tegaknya supremasi hukum dalam kasus ini. Siapapun pihak yang diduga melakukan penistaan agama, kebetulan saat ini terduganya adalah Pak Ahok, harus diproses hukum tanpa pandang bulu dan tidak mengaitkannya dengan kepentingan politik apapun.

“Saya kira sudah ada preseden Polri konsisten dan konsekuen dalam menegakkan supremasi hukum terkait hal ini seperti yang terjadi di Bali dan Medan. Saya optimis Polri akan menegakkan hal serupa untuk kasus ini, apalagi atensi umat Islam demikian besar bukan hanya di Jakarta tapi di berbagai wilayah Indonesia,” kata Jazuli.

Terkait waktu penanganan kasus ini, Jazuli Juwaini mendorong agar segera diproses tanpa menunggu proses pilkada selesai karena ini tidak ada hubungannya dengan pilkada tapi murni dugaan penistaan agama.

Polri, kata Jazuli Juwaini, harus membuktikan bahwa hukum tidak hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Polri juga harus menunjukkan bahwa hukum tidak tunduk pada kepentingan politik kekuasaan, tapi semata-mata untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Konsistensi Polri dalam menjaga supremasi hukum dengan memproses kasus ini secara adil dan konsekuen diyakini akan berdampak pada terwujudnya ketertiban, ketenangan, dan ketenteraman masyarakat,” pungkas Jazuli.

Kepada umat Islam Jazuli berpesan agar tidak terpancing provokasi tetap harus kedepankan toleransi. Kalaupun menyampaikan aspirasi harus dengan cara damai dan simpatik, jangan sampai anarkis, karena islam adalah agama pembawa rahmat (kasih sayang). Jangan sampai demonstrasi ditunggangi kepentingan yang merusak citra islam sendiri. (Ril/FT)

Sumber: satupembaruan.com
Share on Google Plus