Penerapan yang Salah dalam Pembinaan dan Pendidikan pada Anak.


(Pernah dengar ada orang tua sering berpesan kepada anaknya seperti ini: "saya ingin anak saya sukses dalam karirnya sehingga suatu saat bisa membantu saudara-saudaranya, membantu orang miskin, dan lain-lain).
Kalimat ini adalah harapan, harapan ini sekilas tidak ada yang salah bahkan untuk sementara dianggap mulia, namun ternyata di situlah letak kekeliruannya "materi" 😔

Menjadi orang tua untuk anak-anak adalah tugas dan amanah dari Allah, sampai kapanpun itu tanggungjawab orang tua kepada Allah. Bukan tanggungjawab orang tua kemudian setelah anak dewasa beralih menjadi tanggungjawab anak kepada orang tuanya "sebagai balas jasa" (pada umumnya image ini yang terjadi ditengah-tengah kita) tidak ada kewajiban Allah seperti itu pada seorang anak (balas jasa atas arahan, suruhan orang lain tidak dengan dasar ikhlas dari kemauan diri), secara tidak sadar kebanyakan dari orang tua menggiring sikap seperti ini yang akhirnya anak hanya fokus pada materi yang utama, hal ini dianggap sepele namun bagi saya pribadi ini kasus besar untuk masa depan generasi kita, generasi ummat islam, dan generasi bangsa. Lalu bagaimana caranya? Apakah arahan kalimat di atas keliru? ....

Sebagai orang tua dari lima orang anak (dua laki-laki, tiga perempuan) saya punya rasa ketika kasih sayang tulus orang tua terhadap anaknya hanya dianggap meteri belaka (mendapatkan itu saya sangat kecewa) saya sebagai Ibu tidak ingin dianggap serendah itu bahkan menanamkan ketidak ikhlasan dalam amalan (semoga kita terhindar dari keburukan itu).

Harapan terbesar orang tua, (suatu saat menjadi orang tua dari anak kita) adalah bagaimana anak kita ini dekat kepada Rabb-nya, patuh dan tha'at pada perintah dan larangan-NYA. Menjadi anak shalih tidak hanya kebanyakan pada materi semata, namun yang utama aqidah yang lurus, akhlaq dan ilmu islam yang kuat, tidak lebih tidak kurang, seimbang tidak curang, jauh dari sifat sombong diri dan membangkang, tidak banyak orang tua menerapkan ini. 😔

Secara tidak langsung orang tua terkadang keliru dalam hal penanaman pendidikan yang benar menjadi tidak baik.

Koreksi ini semoga menjadikan kita sebagai orang tua yang benar-benar ikhlas, dibalik itu semua kita sebagai orang tua menjauhkan anak dari sifat pamrih (mengharap balasan, padahal kasih sayang yang tulus, menjadi rusak hanya karena penanaman pendidikan karakter yang keliru) mari sebagai orang tua kita perbaiki sisi ini terlebih dahulu. Jangan sampai ketulusan orang tua menjadi salah karena cara orang tua itu sendiri.

Adapun bakti anak pada orangtuanya ("birrul walidaini"), ini tidak semata-mata materi tapi titik tekannya adalah Akhlaqul Karimah, dari akhlaq itulah akan lahir ketulusan tanpa embel-embel pamrih yang menyebabkan kesia-siaan suatu amalan) hendaklah dari kesadaran diri sendiri bukan paksaan atau iming-iming siapapun. Dengan begini ridha Allah dekat dengannya. Itu harapan orang tua bijak yang sesungguhnya.

By: Bunda Hazm
Share on Google Plus