CINTA YANG MULAI TABU ZAMAN NOW


Yang membuat seseorang bahagia adalah cinta kepada Rabb-nya. Siapapun yang pernah merasakan cinta tahu bagaimana rasanya. Cinta kepada-NYA tiada duanya. 
Mengalahkan cinta kepada makhluk-NYA. Saya ingin berbagi tentang cinta, cinta yang tidak biasa 😃 dan ini bukan cinta lebay zaman now.

Manusiawi seseorang menangis karena cinta kepada lawan jenis, namun dia akan punah dan musnah seiring waktu. Dan manusiawi pula seorang hamba sering menangis kepada Rabb-nya. Tangisan yang bernilai di hadapan Allah itulah cinta hamba kepada Rabb-nya yang tidak pernah sirna ataupun sia-sia, ia abadi selamanya dunia dan akhirat. 

Membahas tentang rasa cinta, terdorong oleh taqdir yang selama ini saya jalani, menggapai cinta-NYA sangat sulit dijalankan namun begitu mudah dirasakan. Dalam menggapai cinta, engkau harus mengenal dahulu, sedangkan untuk meyakinkan rasa cinta adalah dengan membacanya, mempelajarinya, menelitinya, memahaminya, setelah engkau mengenalnya engkau akan mendekati-NYA. Apapun yang diinginkan-NYA, hatimu otomatis mengatakan "sami'na wa atha'na"

Ketika kita sudah faham, maka mengerjakan apa yang Dia mau akan mudah tanpa ada pembatas atau halangan dari apapun. Kenapa harus seyakin itu terhadap cinta, karena di dalam hati manusia (muslim) ada iman. Iman yang kuat ikatannya tidak akan goyah walau badai menerjang. Iman inilah yang menumbuhkan cinta itu.

Saya berbagi apa yang saya rasakan, di saat kau menyayangi anak-anakmu itu karena tha'at mu kepada Rabb-mu, di kala kau patuh kepada suamimu itu pula karena kepatuhanmu kepada Rabb-mu, pada suatu waktu musibah menyapamu dan kau ikhlash melewatinya itupun karena Rabb-mu. Tatkala usahahamu hancur itu karena ujian Rabb-mu, Senang, susah, bahagia, engkau rasakan itu adalah kehendak Rabb-mu. Jadikan seluruh hidup ini semata-mata ibadah "hayatuna kulluha 'ibadah" tha'at dan patuhmu akan bersamamu. Iringi perjalanan hidup ini dengan "husnudzan illah".

Seperti biasa di setiap Ramadhan saya dan suami membicarakan tentang zakat kami dan kebetulan fidyah puasa juga. Saya menghitung fidyah puasa saya 2x makan dalam sehari sebanyak setengah kilo gram beras. Sedangkan suami menghitungnya 2x makan sehari 1 kilo gram beras, saya tertawa sambil bertanya, kenapa porsi saya banyak sekali..? Spontan suami menjawab "tidak boleh pelit sama Allah" tanpa kata saya langsung (klepek-klepek) Hehehe...  ( 😷 ✌ Maaf maksudnya saya langsung setuju) jawaban ini membuat rasa cinta itu makin bersemi kepada-Mu ya Rabb karena memberikan seorang suami yang mengerti perasaan istri yang sesungguhnya. Tidak ada bantahan hanya dua kata "dengar dan patuh"

Dengan cinta semua macam hidup begitu mudah dijalani.
Husnudzan Billah.

By: Hemi Ratmayanti
Share on Google Plus