Intropeksi dengan Husnudzan di Ramadhan Berkah.


Husnudzan, kata yang terlahir saat ditegur Allah dalam beberapa masalah, dengan husnudzan yakinkan diri bahwa Allah akan memberikan kejutan yang membuat kita bahagia. Langkah dari husnudzan (berbaik sangka) adalah tidak banyak menyalahkan orang lain.

Husnudzan digenggam oleh orang yang keyakinannya kuat mengakar hanya kepada Allah. Bersangka baik kepada Allah dengan tidak berpikir buruk pada makhluk-NYA.

Husnudzan adalah teman terbaik dalam meniti setapak demi setapak jalan hidup yang dilalui manusia. Prasangka baik akan menuntun siapapun pada hal-hal yang positif. 

Bersangka baik akan melahirkan kebaikan pula, energi dari bersangka baik akan menularkan semangat dan ghirah juang di jalan Allah.

Bersangka baik hanya dimiliki oleh orang orang yang hatinya berserah diri, oleh orang yang hidupnya dia sumbangkan hanya di jalan Allah. Dan hanya dimiliki oleh orang-orang yang bersyukur dan bersabar.

Husnudzan, menuntun orang-orang yang tidak bisa melihat lahir dan batin suatu kebaikan yang sebenarnya. Husnudzan menghapus keburukan dan kekurangan yang ada. Husnudzan sangu yang wajib ada di saku kita. Husnudzhan teman yang tepat untuk hati dan pikiran, karena hati sifatnya naik dan turun, sedangkan fikiran sifatnya mengontrol, menyaring.

Dengan bersangka baik hidup akan terasa nyaman, hidup akan dinikmati, walau pahit manis, susah senang, perih pedih, menyayat sekalipun dengan husnudzan jiwa akan tentram. Mau mencobanya?? Ayo jalani hidup dengan husnudzan kepada Allah Subhana huwa Ta'ala di bulan yang penuh berkah ini.

Tebar kebaikan dengan husnudzan bukan dengan su'udzan. Husnudzan mencerminkan kebaikan sedangkan su'udzan merabunkan cermin kebaikan.

By: Hemi Ratmayanti.
Share on Google Plus