Terungkap, Alasan Bupati Sambas Hobi Menginap di Masjid dan Rumah Warga


PKSSumenep.org - Jakarta (20/12) Bupati Sambas, Atbah Romli Suhaili yang juga merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah kunjungi dan menginap di lebih dari empat puluh lima Masjid di Sambas. Atbah menjelaskan hal itu merupakan bagian dari pemenuhan janji kampanye sekaligus cara mendekatkan diri kepada masyarakat. Berikut hasil wawancara tim Humas DPP PKS bersama Atbah, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Apa alasan bapak menginap di Masjid-masjid bersama warga?
Itu bagian dari janji kampanye saya, ketika mencalonkan diri sebagai Calon Bupati 2016-2020. Alhamdulillah Allah takdirkan saya sebagai bupati padahal sebelumnya tidak pernah bermimpi menjadi Bupati, maka janji ini saya tunaikan dan laksanakan.
Sudah berapa banyak tempat yang didatangi untuk menginap?
Selama dua tahun setengah ini saya sudah hampir menginap di 45 desa. Jadi kegiatan menginap dan bertemu dengan masyarakat secara langsung itu rutin saya lakukan. Biasanya kami menginap di Masjid-masjid Kampung, dengan alas yang apa adanya saja tanpa bantal dan guling.
Respon masyarakat bagaimana ketika ada Bupati menginap di Kampung mereka?
Haru... Masyarakat tentunya haru ya. Karena ada yang sepanjang hidup mereka tidak pernah bertemu dengan Bupati. Jadi ketika saya menginap di Masjid-masjid itu banyak juga warga yang ikut menginap.
Alasan apa yang mendorong Bapak membuat janji itu?
Prinsipnya kita ini insanak, insanak itu bersaudara. Jadi tidak perlu ada batas antara Bupati dan Masyarakat, dengan mendekatkan diri kepada masyarakat saya selalu menekankan kepada mereka bahwa saya ini pelayan mereka, jadi tidak perlu ada batas antara saya dengan mereka. Kita tidur bersama, shalat bersama-sama.
Kegiatan apa saja yang dilakukan saat menginap itu?
Karena saya lulusan Universitas Madinah Munawarah, jadi dasarnya saya ustadz begitu biasanya setelah menjadi imam shalat Maghrib atau Isya saya akan menyampaikan tausiyah kepada masyarakat. Dilanjutkan dengan memberikan arahan kepada masyarakat, berinteraksi langsung dengan masyarakat tentang rencana pemerintah daerah dan mendengarkan keluhan yang langsung kami tembuskan kepada dinas terkait, seperti masalah jalan atau masjid.
Kami juga ada program Melawan PEKAT, tim operasi yang akan melawan Penyakit Masyarakat, seperti Narkoba, Minuman Keras, ngembun untuk anak-anak. Kita libatkan masyarakat dalam program ini, kami bentuk tim disetiap dusun-dusun. Program ini akan selalu kita monitoring setiap pekan, kita sebagai pemerintah mendukung penuh melalui anggaran.
Dengan bertemu dan masyarakat secara langsung seperti ini, kami saling membantu membangun Sambas. Karena Sambas inikan sebagai wilayah perbatasan NKRI dengan Serawak jadi jauh dari hiruk pikuk kota dan posisinya terpencil, jadi masyarakat dan Pemda harus saling bekerjasama.
Selama masa jabatan Bapak, Kabupaten Sambas banyak mendapatkan prestasi. Bagaimana tanggapan bapak?
Saya tidak ingin menyebut itu sebagai prestasi saya, itu prestasi bersama, prestasi masyarakat Sambas. Tentunya kita bersyukur dengan prestasi-prestasi tersebut. Tentu hal ini harus membuat kita semua, saya, dinas-dinas dan masyarakat untuk lebih semangat lagi mencapai visi misi kita, membangun masyrakat Sambas yang berakhlakul karimah, unggul dan sejahtera.
Boleh sebutkan satu kalimat yang menggambarkan perasaan Bapak tentang Sambas?
Sambas, I Love You Full.
Sumber: http://pks.id
Share on Google Plus